Lompat ke konten

Undangan Digital Adat Betawi

DKI Jakarta — Betawi

Merah-kuning khas ondel-ondel dengan ornamen gigi balang, ceria namun tetap khidmat.

8 templateOndel-ondelGigi BalangMotif BintangMotif IkatMotif Tenun

Gigi Balang

Ape kabar?— Sapaan Betawi Tengahan; rombongan pengantin pria membuka dengan pantun palang pintu, dibalas pantun oleh jawara pihak perempuan.

Merah-kuning khas ondel-ondel dengan ornamen gigi balang, ceria namun tetap khidmat.

Busana adat

Kebaya encim (kerancang) dengan sarung batik pesisir · Dandanan care none pengantin cine (blus Shanghai, burung hong) · Dandanan care haji (jubah, sorban, selempang) · Baju sadariah putih kerah Shanghai + peci · Baju demang / jas tutup ujung serong

Iringan

Tanjidor — orkes musik tiup pengiring arak-arakan · Gambang kromong (lagu Sirih Kuning) · Rebana ketimpring dan marawis pengiring sholawat

Tekstil khas

Batik Betawi (motif ondel-ondel, topeng) · Kebaya encim · Kain batik Lasem

Elemen visual

Ondel-ondel · Gigi balang · Peci · Palang pintu

Doa & restu adat Betawi

Dipakai sebagai kutipan awal undangan bertema budaya ini — sesuai keyakinan Islam.

  • Bukan hujan di tengah hari, hujan turun membasahi taman; bukan datang tanpa niat hati, hati tersimpan untukmu, tuan.

    Adat · Pantun palang pintu Betawi

    Pantun berbalas yang membuka adat palang pintu — niat baik disampaikan dengan jenaka.

  • Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati; dan dijadikan-Nya kasih sayang di antara kamu.

    Doa · QS. Ar-Rum: 21

Rangkaian adat Betawi

14 tahap dari riset bersumber (6 sumber) — urutan ini yang dipakai di undangan.

Pra-acara

  1. 1.Ngedelengin

    Mak comblang (perantara) menjajaki keluarga calon pengantin perempuan. Salah satu tanda tradisionalnya adalah sepasang ikan bandeng yang digantung di depan rumah, dan perantara menyerahkan uang sembe kepada calon pengantin.

    Dipimpin: Mak comblang/perantara

  2. 2.Ngelamar

    Utusan keluarga pria datang melamar dengan sirih lamaran, pisang raja, roti tawar, dan hadiah pelengkap.

    Dipimpin: Utusan/orang tua keluarga pria

  3. 3.Bawa tande putus

    Sekitar seminggu setelah lamaran. Cincin belah rotan menjadi tanda bahwa si gadis sudah terikat; pada tahap ini tanggal akad dan susunan acara mulai dibicarakan.

    Dipimpin: Dua keluarga

  4. 4.Masa dipiare

    Calon pengantin perempuan dirawat oleh tukang piare. Dahulu berlangsung sekitar sebulan sebagai pingitan; kini lamanya mengikuti kesepakatan keluarga.

    Dipimpin: Tukang piare

  5. 5.Siraman

    Mandi air bunga, dilaksanakan sehari sebelum akad.

    Dipimpin: Tidak dirinci dalam sumber; dilakukan keluarga dekat

  6. 6.Tangas (kum)

    Mandi uap dengan ramuan rempah sekitar 30 menit setelah siraman.

    Dipimpin: Tidak dirinci dalam sumber

  7. 7.Ngerik dan potong centung

    Bulu halus dirapikan, lalu dibuat tanda centung di dekat pelipis dengan uang logam.

    Dipimpin: Tukang piare

  8. 8.Malam pacar

    Memberi inai pada kuku kaki dan tangan calon pengantin bersama keluarga dan sahabat dekat.

    Dipimpin: Tidak dirinci dalam sumber

  9. 9.Ngerudat

    Rombongan keluarga pria berangkat ke rumah mempelai perempuan membawa seserahan, diiringi rebana ketimpring. Sebagian sumber menyebut rombongan dahulu memakai delman atau andong hias.

    Dipimpin: Keluarga besar pria

  10. 10.Palang pintu

    Tiga babak: shalawat dustur, beklai (adu silat antarpjawara), lalu lantun sike yang disertai berbalas pantun. Pembacaan Al-Qur'an dan salawat menjadi bagian dari ujian; maknanya pihak pria harus mampu menjadi imam yang baik. Rombongan membawa kembang kelapa dan roti buaya.

    Dipimpin: Jawara dan juru pantun dari kedua pihak; pembaca shalawat du.

Akad / pemberkatan

  1. 11.Akad nikah

    Ijab kabul di hadapan penghulu. Pengantin wanita memakai baju kurung bermotif teratai, selendang sarung songket, sanggul sawi asing, lima kembang goyang, sepasang burung hong, dan tanda merah bulan sabit di dahi.

    Dipimpin: Penghulu

Resepsi

  1. 12.Buka cadar dan puade

    Pengantin pria membuka cadar, pengantin wanita mencium tangan suaminya, lalu keduanya bersanding di puade. Dihibur Tarian Kembang Jakarta dan doa berisi wejangan.

    Dipimpin: Mempelai pria

Pasca-acara

  1. 13.Acara negor

    Sehari setelah akad di rumah keluarga perempuan. Mempelai pria memberi uang tegor yang diselipkan di bawah taplak meja.

    Dipimpin: Keluarga inti

  2. 14.Pulang tige ari

    Sekitar tiga hari kemudian keluarga mempelai pria mengirim bahan-bahan pembuat laksa pengantin ke keluarga perempuan.

    Dipimpin: Keluarga inti

Catatan adat

  • Selama masa dipiare, calon pengantin perempuan pantang mandi dan berganti pakaian (kecuali pakaian dalam) serta melakukan aktivitas berat.
  • Calon pengantin perempuan pantang makan makanan bergaram sebelum pernikahan agar tidak gerah dan berkeringat berlebihan.
  • Duduk di depan pintu diyakini menghalangi jodoh; kepercayaan serupa juga ditemukan di adat Betawi.
  • Tidak ditemukan larangan kain/tekstil khusus Betawi dalam sumber yang dirujuk.

Simbol & makna

Roti Buaya

Buaya hanya kawin sekali dan setia pada pasangannya — lambang kesetiaan dan tidak berpoligami.

Sirih Dare

Daun sirih 14 lembar (tujuh kiri tujuh kanan) berisi uang dan mawar, diberikan setelah akad — lambang cinta kasih.

Sirih, Gambir, Kapur, Pinang

Pahit, getir, dan manisnya hidup rumah tangga harus dijalani bersama.

Maket Masjid

Hantaran pengingat kewajiban ibadah dan keimanan keluarga baru.

Palang Pintu

Adu pantun dan silat sebelum masuk rumah — kesiapan calon suami melindungi istri, dengan syarat mengaji.

Siap pakai template Betawi?

Daftar gratis, pilih template, isi form, upload foto — undangan tayang dalam hitungan menit.

Mulai gratis